SELAMAT KUNJUNGI WEBSITE GEREJA KATOLIK STASI MUGOUDA

AGUSTINUS ONEPODE MOTE, ALMARHUM MENGENANG RIWAYAT HIDUP DAN PENGABDIANNYA



AGUSTINUS ONEPODE MOTE, ALMARHUM  MENGENANG RIWAYAT HIDUP DAN PENGABDIANNYA

 (6 Maret 1947 – 21 April 2026 Selama 79 tahun)

I. PROFIL SINGKAT

Almarhum Agustinus Onepode Mote lahir pada tanggal 6 Maret 1947 dan mengembuskan napas terakhirnya pada tanggal 21 April 2026 pukul 22.30 WIT. Beliau dimakamkan dengan penuh penghormatan pada tanggal yang sama. Selama 79 tahun masa hidupnya di dunia, beliau mengukir dedikasi yang mendalam, memberikan pemikiran mendasar, serta meletakkan fondasi pembangunan yang kokoh—baik dalam lingkup keluarga, adat, gereja, maupun pemerintahan daerah.

 

II. REKAM JEJAK KEPEMIMPINAN DAN PEMERINTAHAN

Perjalanan karier tata negara dan kepemimpinan kemasyarakatan Almarhum membentang melintasi berbagai era perubahan administratif, mulai dari masa peralihan hingga terbentuknya Provinsi Papua Tengah:

  • 1969 – 1980 (11 Tahun) | Kepala Suku Besar Daerah Tigi: Memimpin masyarakat dalam masa transisi pasca-pemerintahan Belanda dan Jepang. Beliau menjadi tiang pelindung bagi Suku Kapauku (yang kini dikenal sebagai Suku Mee) di tengah situasi sengketa geopolitik atas tanah Papua.
  • 1980 – 1995 (15 Tahun) | Aparat Kampung Tigi: Mengabdi pada masa awal integrasi pemerintahan Indonesia di bawah wilayah administrasi Kecamatan Tigi, Kabupaten Paniai. dan Menjadi Wakil Kepala kampung Yaba di sebut Kapaga.
  • 1995 – 2015 (20 Tahun) | Kepala Desa Yaba: Menakhodai Desa Yaba melintasi masa pemekaran daerah, dari masa Kabupaten Paniai (Provinsi Papua) hingga terbentuknya Kabupaten Deiyai.
  • 2015 – 2026 (11 Tahun) | Kepala Desa Yaba I: Dipercaya kembali pasca-pemekaran desa untuk memimpin Desa Yaba 1 hingga akhir hayatnya.
  • Perintis Pendidikan Daerah: Berperan besar sebagai tokoh pendamping dari Kabupaten Paniai yang menghibahkan lahan dan menuntut pembukaan akses pendidikan formal bagi anak-anak daerah, meliputi pembangunan SMP Negeri 1 Tigi, SMU Negeri 1 Tigi, dan SMK Tigi.

 

III. PENGABDIAN ADAT, SOSIAL, DAN SPIRITUAL

Di luar pemerintahan formal, beliau merupakan jangkar moral dan spiritual bagi komunitas lokal di kampung halamannya:

  • Tokoh Adat dan Penasihat Marga: Menjadi orang tua besar dan penasihat utama dalam kerukunan kekeluargaan marga Mote di wilayah Tigi.
  • Pilar Gereja Katolik: Mengabdi sebagai tokoh iman di Gereja Katolik Stasi Mugouda – Santa Maria Fatima, mengawal pelayanan sejak awal mula misi Katolik masuk ke Mugouda hingga akhir hayatnya di tahun 2026.
  • Pengayom Kampung: Menjadi figur kebapaan dan pelindung adat di Kampung Mugouda (Mote Giyaikoto).

 

IV. KETELADANAN DAN ETOS KERJA SEHARI-HARI

Almarhum dikenal sebagai sosok pekerja keras yang mandiri demi menghidupi keluarga serta membantu sesama. Etos kerja nyata beliau meliputi:

  • Pengelola Hutan dan Ternak: Membuka lahan, membuat pagar pembatas hutan untuk melindungi rumah, kebun, serta area peternakan babi.
  • Petani Ulung: Menggarap perkebunan secara swadaya hingga mencapai luas berhektar-hektar.
  • Pembangun Peradaban Kecil: Mendirikan rumah tinggal dan aktif mengelola peternakan babi serta ayam.
  • Jiwa Sosial yang Tinggi: Selalu mengedepankan kepedulian hidup dan mengulurkan tangan untuk menolong warga yang membutuhkan.
  • Kepala Keluarga yang Bersahaja: Menjadi bapak teladan yang memimpin keluarga dengan penuh kasih, ketegasan, dan tanggung jawab.

 

KATA PENUTUP

Banyak sekali rekam jejak kebaikan, kebijakan, dan pengorbanan yang telah diukir oleh Almarhum Agustinus Onepode Mote selama menginjakkan kaki di dunia ini. Warisan pemikiran, semangat gotong royong, dan fondasi pendidikan yang beliau rintis akan terus hidup serta menginspirasi anak cucu serta seluruh masyarakat adat di Provinsi Papua Tengah.

Selamat jalan, Pemimpin Besar. Dedikasimu abadi.

Domentasi – MiGiMo – GKSM – oleh : Agus G. Mote)*

==============ASLI==================

MENGENANG RIWAYAT HIDUP AGUSTINUS ONEPODE MOTE DI DUNIA

 

Mengenang Riwayat Hidup Agustinus Onepode Mote lahir pada tanggal 6 Maret 1947 dan wafat dan makamkan tanggal 21 april 2026.  Dari tahun 1947 sampai 2026 selama 79 tahun. Selama hidup ia bekerja pemikiran mendasar baik dalam keluarga secara kepribadian maupun secara umum kepemerintahan di tempatnya.

Pekerja dalam masyarakat umum daerah tigi kepala suku besar daerah tigi dan dalam sistem pemerintahan desa di desa yaba distrik tigi pada saat kabupaten paniai dan menjadi kabupaten deiyai provinsi papua dan menjadi provinsi papua tengah dengan tugasnya, sebagai berikut :

1.      Sebagai kepala suku besar di daerah tigi pada saat sebutan Suku Kapauku sekarang suku mee pada tahun 1969 – 1980 masa pemerintahan belanda, menjabat 11 (sebelas) tahun tahapan masa transisi peralihan belanda, jepang dan Indonesia pada saat sengketa perang sekutu atas tanah papua.

2.  Sebagai Aparat Kampung Tigi dari kabupaten paniai di jabat pada tahun 1980 – 1995 selama 15 (Lima belas) tahun; pada masa pemerintahan Indonesia, kabupaten paniai kecamatan tigi.

3.  Sebagai kepala desa yaba dari tahun 1995-2015 jabatan 20 (dua puluh) tahun pada masa kabupaten paniai provinsi papua dan pada masa kabupaten Deiyai.

4.  Kepemimpinan pemerintah kepala desa yaba 1 (satu) setelah pemekaran pada tahun 2015 -2026 jabat selama 11 (sebelas) tahun;

5.  Perintis memberikan lahan dan menuntut minta membuka sekolah SMP Negeri 1 tigi, SMU Negeri 1 TIGi, SMK tigi dari kabupaten paniai sebagai damping karena alasan lainnya.

Mengenang Pekerjaan dalam keluargaan di kampungnya sebagai berikut :

1.                tokoh adat orang tua besar penasehat dalam kekeluargaan marga mote di daerah tigi;

2.            Sebagai tokoh dalam gereja Katolik Stasi mugouda – Santa Maria Fatima, dari awal misi katolik masuk di mugouda sampai tahun 2026.

3.            Sebagai orang tua tokoh  adat kebapaan di kampung mugouda (mote giyaikoto).

4.            dan lain-lainnya.

Dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari selalu dia bekerja keras  sebagai berikut :

1.                Membuat pagar di hutan untuk memagari rumah, kebun dan pagari pelihara babi

2.            Kerja kebun berhektar,

3.            Membangun rumah

4.            Pelihara babi, ayam dan lain-lain

5.            Selalu Menolong orang kepedulian hidup

6.            Sebagai Bapak kepala keluarga, dan lain-lain

Banyak hal kebaikan yang telah dia lalui pada saat hidup di dunia. Akhirnya wafat dan di makamkan kebumikan pada tanggal 21 April 2026 jam 10, 30 malam.  

Domentasi – MiGiMo – GKSM – oleh : Agus G. Mote)*

























Posting Komentar

0 Komentar