Tulis dokumentasi : AP06, share Mediasi oleh ; GKSMNews; Agus G. Mote)*
PASTOR YAKOBUS MOTE, Pr. lahir di kampung Wakeitei
Kampung yang menjadi tempat peradaban Papua pegunungan mencakup wilayah tulang
punggung pulau Papua.
Diperidiksi oleh Misionaris katolik era belanda ia lahir
tahun 1953 mungkin lebih ,sebab bisa juga itu tahun sakramen permandian atau
Baptis , Ketika di baptis ia diberi nama Yakobus Mote.
1969 Yakobus Mote menyelesaikan studi SMP pada Sekolah
Seminari Katolik St.Paulus Abepura sebelumnya pria yang disapa Jack Mote
menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar katolik Wakeitei.
Setelah tamat tahun 1969 Jack Mote melanjutkan pendidikan di
Sekolah Menengah Atas (SMA) Gabungan Dok V dan lulus tahun 1972, setelah lulus
SMA Jack Tergerak hati untuk melanjutkan Studi ke jejang tingkat tinggi ,
Akademi Teologi Kate-ketik saat ini STFT(Sekolah Teologia Fajar Timur) Padang
Bulan,(1973-1976) , pria tampan dengan senyuman Polos itu ingin sekali menjadi
seorang pastor sehingga ia harus melanjutkan studi ke Jogjakarta pada Seminari
Tinggi ,laki-laki koteka ,pendek dan berbadan coklat terang ini terbang
menggunakan pesawat ,ia tidak tahu bagaimana kondisi pulau Jawa dengan tidak
adanya akses pengetahuan , cuma bermodalkan Keyakinan akan Yesus Kristus akan
bersertanya ,selama tiga tahun Jack belajar di Jogja , tiga tahun tidak
berjumpa dengan Mama,adik,Kaka dan orang Papua lain,1977-1980, dengan berakhir
studi Yakobus Mote menjadi seorang diakon,diakonat di Dekenat Kokonau
,1980-1981.
Tahun 1981 tanggl, 7 Juni 1981 bertempat di Waena Jayapura
Yakobus Mote mendapatkan Imamat ,Stola Pastor sebagai seorang Projo.
Yah dia adalah Pastor Jack Mote Pr, setelah ditabis ia
ditugaskan kembali ke Kokonau ,ia mengembalikan umat , Kokonau satu-satunya
alat transportasi menggunakan perahu , dari kokonau sering ke wilayah Agimuga
,dan wilayah tembaga pura semua menggunakan perahu, perahu dan Pastor Jack
bukan hal baru sebab mama dari Pastor Jack adalah seorang Nelayan Ulung di
Danau Tigi bagi pastor perjalanan pelayanan itu semacam Nostalgia ketika
pagi-pagi subuh ia berserta Mama kelemencia Pekei sudah berada diatas perahu
dari dinginnya alam Tigi tahun 1950an.
Lima tahun Pastor Jack Mote melayani umat Kokonau, tahun
1986 pastor Yakobus Mote.Pr ditugaskan sebagai pastor paroki Kristus Raja Dok
5, sebagai pastor paroki dan Pastor Dekenat Kerom ,Disanalah Saya sebagai
penulis mengenal Dia,Saya mengenali dia bukan hanya seorang pastor tetapi juga
seorang Pembalap Mobil Ulang , sangat ulung dari mobil Kodok sampai Kijang
angkutan pedesaan melintasi Liku-Liku jalan Jayapura Arso ,mari imajinasikan
betapa bahayanya tanjakan Nafri Jayapura di tahun 1988 sampai 1998 , bukan
dengan Mobil Gardan , cukup dengan kejelian amati jalan batu lepas tarik Napas
tancap,saya selalu berada dikursi depan yah, wajah Pastor serius campur senyum
simpul polos ciri khas Pastor.
Ini sering , sampai dipuncak tanjakan Nafri Pastor Jack akan
memarkir Mobil dan menikmati indahnya teluk Youtefa yang masih asari nan indah
.
Arso (Kerom ) dijaman itu anda akan puyeng Masyarakat asli
masih kental dengan Adat ,sinas masih sangat merajalela .
Di mana Pastor Jack Mote bertugas disitu akan ada bangun
gereja baru , tahun 1990 pastor Jack Mote menetap di Arso sebagai pastor paroki
juga masih menjadi Pastor Dekenat Kerom ,ia mendekati Orang asli juga umat
Transmigrasi dari perkebunan kelapa sawit,Workuwana Gereja Katolik St.Yakobus
disana saya hadir mulai dari peletakan batu pertama sampai peresmian masa itu
Orang asli Kerom sangat aktif.
Senggi , Waris Saat itu masih banyak lintah kita ke sana di
mana saat ini ada paroki St.Mikael ,disana kami membawa pulang bekas isapan
Lintah sekurangnya 5 bekas ,,Dia adalah seorang Gembala Yah
Tahun 1998 Pastor melanjutkan Studi di Sekolah Seminari IEBI
Filipina ada Masalah dengan Keuskupan Yaitu Uskup Auksilier Leolabalajar
OFM,Biaya Terhambat seorang pastor degan Jasa yang telah ditempuh tidak
dihargai, sehingga keluarga Eba mukai mengumpulkan uang lalu di kirim agar
digunakan oleh Pastor Jack Mote Pr .
Ia selesai tahun 2000 dan pulang sebagai Pastor Paroki
St.Petrus Argapura dan juga sebagai seorang Vikaris Jendral (Vikjen) Keuskupan
Jayapura .
Tahun 2002 pindah ke Timika sebagai Pastor Paroki Tiga Raja
,dan terus mengapdi ,di Jayapura Vikjen dan timika Juga Vikjen, tahun 2006
adalah pesta perak Imamat 25 tahun , dan ia Kembali menghadapi Yesus Kristus
dengan membawa perjalanan pelayanan hidup tahun 2010.
“Salam Pembalap Mobil Ulung Tokoh Masyarakat Kerom Arso”
dengan foto asli tulisan bold balok besar ukuran baleho
besar panjang baner terang indah
KESIMPULAN :
PASTOR YAKOBUS MOTE Pr. MENGENANG RIWAYAT HIDUP DI DUNIA
Dokumentasi riwayat hidup Pastor Yakobus Mote, Pr.
(dikenal sebagai Pastor Jack Mote) merangkum perjalanan seorang gembala umat
perintis di Tanah Papua, mulai dari masa pendidikan di Seminari Abepura, studi
teologi di STFT Fajar Timur dan Yogyakarta, hingga dedikasinya melayani wilayah
pedalaman Kokonau, Keerom (Arso, Senggi, Waris), serta Vikaris Jenderal di
Jayapura dan Timika.
Berikut adalah ringkasan kronologis perjalanan hidup dan
pelayanan Pastor Yakobus Mote, Pr. berdasarkan catatan dokumentasi tersebut:
Riwayat Hidup dan Pelayanan
- 1953:
Lahir di Kampung Wakeitei, Danau Tigi (wilayah peradaban Pegunungan
Papua).
- 1969:
Menyelesaikan pendidikan SMP di Seminari Katolik St. Paulus Abepura,
dilanjutkan ke SMA Gabungan Dok V (lulus 1972).
- 1973–1976:
Menempuh studi di Akademi Teologi Kateketik (kini STFT Fajar Timur).
- 1977–1980:
Melanjutkan pendidikan di Seminari Tinggi Yogyakarta.
- 1980–1981:
Menjalani masa Diakonat di Dekenat Kokonau.
- 7
Juni 1981: Tahbisan Imamat di Waena, Jayapura, sebagai imam Projo.
Melayani umat di Kokonau, Agimuga, dan Tembagapura menggunakan perahu.
- 1986:
Ditugaskan sebagai Pastor Paroki Kristus Raja Dok V dan Pastor Dekenat
Keerom (Arso). Dikenal umat sebagai sosok gembala yang piawai mengemudikan
kendaraan melintasi medan berat dan aktif membangun gereja-gereja baru
(termasuk Paroki St. Yakobus Workuwana dan wilayah Senggi serta Waris).
- 1998–2000:
Melanjutkan studi di IEBI Filipina, kemudian kembali ke Papua untuk
menjabat sebagai Pastor Paroki St. Petrus Argapura sekaligus Vikaris
Jenderal (Vikjen) Keuskupan Jayapura.
- 2002:
Bertugas di Timika sebagai Pastor Paroki Tiga Raja dan kembali mengemban
tugas sebagai Vikjen.
- 2006:
Merayakan Pesta Perak 25 tahun Imamat.
- 2010:
Berpulang menghadap Sang Pencipta, meninggalkan warisan pelayanan yang
mendalam sebagai gembala dan tokoh masyarakat adat Keerom.
Berikut adalah dokumentasi riwayat hidup mendiang Pastor
Yakobus Mote, Pr. yang telah dirapikan agar lebih terstruktur, informatif, dan
mudah dibaca (discan).
Riwayat Hidup & Pelayanan Pastor Yakobus Mote, Pr.
Pastor Yakobus Mote, Pr. (Akrab disapa Pastor Jack Mote)
adalah salah satu putra terbaik Papua pegunungan yang mendedikasikan seluruh
hidupnya sebagai gembala umat, tokoh masyarakat, dan perintis iman di tanah
Papua.
Latar Belakang & Pendidikan Mula-Mula
- Kelahiran:
Diperkirakan tahun 1953 (atau lebih awal) di Kampung Wakeitei,
pusat peradaban Papua pegunungan.
- Nama
Baptis: Yakobus Mote, diberikan oleh Misionaris Katolik era Belanda.
- Pendidikan
Dasar: SD Katolik Wakeitei.
- Pendidikan
Menengah:
- SMP
Sekolah Seminari Katolik St. Paulus Abepura (Lulus 1969).
- SMA
Gabungan Dok V Jayapura (Lulus 1972).
Perjalanan Panggilan & Pendidikan Tinggi
- 1973–1976:
Kuliah di Akademi Teologi Kateketik / STFT (Sekolah Tinggi Filsafat
Teologi) Fajar Timur, Padang Bulan.
- 1977–1980:
Menempuh studi teologi di Seminari Tinggi Yogyakarta. Berbekal iman teguh,
ia merantau ke Jawa selama 3 tahun tanpa bertemu keluarga demi mengejar
impian menjadi pastor.
- 1980–1981:
Menjalankan masa Diakonat di Dekenat Kokonau.
- 7
Juni 1981: Ditahbiskan menjadi Imam/Pastor Projo (Pr.) di Waena,
Jayapura.
Perjalanan Misi dan Pelayanan Umat
1. Misi di Kokonau, Agimuga, dan Tembagapura (1981–1986)
- Melayani
umat dengan transportasi utama perahu dayung.
- Ketangguhannya
di air terinspirasi dari ibunya (Klemencia Pekei), seorang nelayan
ulung di Danau Tigi.
2. Paroki Kristus Raja Dok 5 & Dekenat Keerom
(1986–1998)
- Karakter
Unik: Dikenal sebagai "Pembalap Mobil Ulung". Sangat
mahir menyetir mobil Kodok hingga Kijang angkutan, menaklukkan tanjakan
ekstrem Nafri dan liku jalan Jayapura-Arso.
- Pelayanan
Arso: Menetap di Arso sejak 1990. Ia merangkul masyarakat adat asli
Keerom serta warga transmigran perkebunan kelapa sawit.
- Perintis
Pembangunan: Menjadi motor pembangunan gereja-gereja baru, termasuk
Gereja Katolik St. Yakobus Workuwana dan paroki di wilayah terpencil
seperti Senggi dan Waris (melalui medan berat penuh lintah).
3. Studi Filipina & Vikaris Jenderal (1998–2006)
- 1998–2000:
Melanjutkan studi di Sekolah Seminari IEBI Filipina (sempat mengalami
kendala biaya, namun berhasil selesai berkat dukungan swadaya keuangan
dari keluarga Ebamukai).
- 2000:
Kembali ke Papua, menjabat sebagai Pastor Paroki St. Petrus Argapura sekaligus
Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Jayapura.
- 2002:
Pindah tugas ke Timika sebagai Pastor Paroki Tiga Raja dan kembali
dipercaya menjabat sebagai Vikjen Keuskupan Timika.
Akhir Hayat & Warisan Iman
- 2006:
Merayakan Pesta Perak Imamat (25 tahun pengabdian sebagai Pastor).
- 2010:
Berpulang ke pangkuan Sang Pencipta, menyelesaikan seluruh tugas
perutusannya di dunia.
"Salam Pembalap Mobil Ulung, Tokoh Masyarakat Keerom
Arso. Selamat jalan Gembala yang murah senyum dan berhati tulus."
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)


0 Komentar