SELAMAT KUNJUNGI WEBSITE GEREJA KATOLIK STASI MUGOUDA

MENGENANG RIWAYAT MANFRED CHRISANTUS MOTE, S.Fil



 Di share dan susun oleh Agus G. Mote

Manfred Chrisantus Mote, S.Fil (1975–2016) adalah seorang filsuf, penulis, dan tokoh awam Gereja Katolik dari suku Mee di Papua. Ia dikenal luas karena kontribusinya dalam merumuskan pemikiran kritis mengenai identitas dan kearifan lokal masyarakat adat Papua melalui pendekatan filsafat. 

Berikut adalah rangkuman riwayat hidup dan kiprah beliau:

  • Pendidikan dan Pemikiran: Ia menempuh pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Fajar Timur, Abepura. Selama masa kuliah, ia dikenal sebagai sosok yang sangat cerdas dan kritis dalam membedah isu-isu kemanusiaan dan budaya di wilayah Meepago.
  • Karya Sastra dan Budaya: Manfred merupakan penulis buku penting berjudul Pegangan Hidup Bersama TOUYEMANA: Gai Dimi Gai dan Touye dalam Kehidupan Suku Mee di Meeuwodide Papua (2013). Karya ini menjadi referensi utama dalam memahami konsep akal budi (Gai) dan kehidupan sosial suku Mee.
  • Peran dalam Gereja dan Masyarakat: Beliau menjabat sebagai tokoh awam di Keuskupan Timika, khususnya di Dekanat Paniai. Ia aktif mengajak masyarakat untuk menjaga nilai-nilai hidup dan martabat suku Mee agar tidak tergerus arus zaman.
  • Julukan "Rasul Odaa Owaadaa": Karena keteguhannya dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat melalui pemikiran filsafat dan tindakannya, ia sering dijuluki oleh rekan-rekannya sebagai "Rasul Odaa Owaadaa" (Rasul Kebenaran/Keadilan) bagi masyarakat Meepago.
  • Wafat: Manfred Chrisantus Mote meninggal dunia pada awal Oktober 2016. Kepergiannya dianggap sebagai kehilangan besar bagi intelektual Papua, khususnya sebagai salah satu "filsuf asli" dari suku Mee.

Informasi lebih lanjut mengenai pemikirannya tentang budaya Mee dapat ditemukan melalui publikasi Keuskupan Timika atau laporan berita lokal di Suara Papua. Di share dan susun oleh Agus G. Mote

---------------

Manfred Chrisantus Mote, S.Fil (1964–2016) adalah seorang tokoh intelektual, budaya, dan Gereja Katolik dari suku Mee di wilayah Meepago, Papua. Beliau dikenal sebagai "Filsuf Mee" karena kontribusinya dalam merumuskan spiritualitas adat yang selaras dengan ajaran iman. 

Berikut adalah beberapa aspek penting dari profil dan jasanya:

  • Gelar "Rasul Odaa Owaadaa": Beliau dinobatkan sebagai "Rasul Odaa Owaadaa" bagi Suku Mee oleh Gereja Katolik Keuskupan Timika. Gelar ini diberikan karena peran besarnya sebagai konseptor spiritualitas adat yang memandu masyarakat untuk hidup lebih baik melalui program pengembangan masyarakat.
  • Pemikiran Filsafat: Alumnus STFT Fajar Timur Abepura ini aktif mengajak suku Mee untuk mempertahankan nilai-nilai spiritualitas asli sebagai "umii tou kaboo" (dasar kehidupan) di tengah arus modernisasi.
  • Peran di Gereja: Ia menjabat sebagai Ketua Tim Monitoring Program Odaa-Owaadaa di Dekenat Paniai dan dianggap sebagai figur awam terbaik yang menjembatani adat istiadat dengan nilai kekudusan Katolik.
  • Wafat: Manfred Mote meninggal dunia pada 27 September 2016 di kediamannya di Waghete, Kabupaten Deiyai, dalam usia 52 tahun. 

Informasi lebih lanjut mengenai pemikirannya tentang budaya Mee dapat ditemukan melalui publikasi Keuskupan Timika atau laporan berita lokal di Suara Papua.

 #GKSM

#GKSMNEWS

#MUGOUDA


FOTO DAN POSTERNYA :















Posting Komentar

0 Komentar