---------
Riwayatmya Br. Nornert
Bruder Norbertus (Norbert) Ngadiman, SJ memang pernah bertugas di Paroki Waghete Keuskupan Jayapura (sekarang bagian dari Keuskupan Timika), Papua, pada masa tersebut.
Berikut adalah beberapa detail mengenai masa tugas beliau di sana:
- Tahun Tugas: Ia mulai bertugas di Waghete sekitar tahun 1982 hingga 1984.
- Peran: Selama di sana, ia bergabung menjadi bagian dari tim pastoral paroki yang melayani umat di daerah pedalaman yang dikenal memiliki suhu sangat dingin.
- Kesan: Dalam catatannya di situs Jesuit Indonesia, ia mengenang Waghete sebagai tempat yang sangat dingin (bisa mencapai di pagi hari) dan menjadi bagian penting dari perjalanan panggilannya di Papua.
Jesuit Indonesia : Bruder Norbert dikenal sebagai sosok yang mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk pelayanan di tanah Papua sebelum akhirnya wafat pada 25 Juni 2024.
-----
Peran Bruder Norbert dalam Pembangunan Stasi Mugouda
Bruder Norbertus Ngadiman, SJ (sering disapa Br. Norbert), seorang Jesuit yang dikenal penuh dedikasi, berperan penting dalam pembangunan gedung Gereja Stasi Santa Maria Fatima, Mugouda, di bawah Paroki Santo Yohanes Pemandi Waghete, Keuskupan Timika (dulu Keuskupan Jayapura), Papua Tengah.
- Bantuan Material: Bruder Norbert membantu penyediaan 154 lembar daunsen (bahan atap tradisional/seng) yang diwakilinya dari Paroki Waghete.
- Waktu Pembangunan: Bantuan ini bertepatan dengan pembangunan gedung gereja tahap keempat, di mana pondasi diletakkan pada tahun 1982 dan kerangka didirikan pada tahun 1983.
- Tim Pembangunan: Pembangunan dilakukan bersama tukang dari bengkel Paroki Waghete.
- Kondisi Saat Ini: Hingga tahun 2026 (usia 43 tahun sejak 1983), struktur tersebut masih ada dan beroperasi sebagai Balai Gereja Katolik Stasi Mugouda, meski dilaporkan sedang mengalami pelapukan.
Riwayat Bruder Norbertus Ngadiman, SJ di Papua
- Masa Tugas: Ia bertugas di Waghete, Papua, sekitar tahun 1982 hingga 1984.
- Pelayanan: Bergabung dalam tim pastoral paroki yang melayani umat di daerah pedalaman.
- Kesan Tugas: Menurut catatan Jesuit Indonesia, ia mengenang Waghete sebagai daerah yang sangat dingin (bisa mencapai suhu ekstrim di pagi hari) dan tempat tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan panggilannya.
- Wafat: Bruder Norbert wafat pada 25 Juni 2024, meninggalkan dedikasi panjang bagi pelayanan di tanah Papua.
Apresiasi Umat
Umat Stasi Santa Maria Fatima Mugouda mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada almarhum Br. Norbert atas simpati dan bantuannya. Sumber cerita ini didokumentasikan oleh Agus G. Mote (GKSM) berdasarkan penuturan Bapak Rumandus Mote, pengembala umat selama 49 tahun.
Kontribusi Sejarah Br. Norbert di Mugouda
- Bantuan Nyata: Bruder Norbert secara khusus membantu penyediaan 154 lembar Daunsen (seng/atap) untuk pembangunan tahap keempat. Ini bukan sekadar angka, melainkan simbol perlindungan bagi umat yang beribadah di tengah cuaca dingin Waghete.
- Masa Tugas: Beliau hadir di Paroki Waghete pada masa krusial pembangunan (1982–1984), bekerja bahu-membahu dengan tukang dari bengkel paroki dan tokoh umat seperti Bapak Rumandus Mote.
- Daya Tahan Bangunan: Bukti kerja keras mereka terlihat dari bangunan tahap keempat yang kini telah berusia 43 tahun (1983–2026). Meskipun saat ini kondisi pondasi mulai lapuk, bangunan tersebut telah menjadi saksi bisu iman umat selama puluhan tahun sebagai balai gereja.
Penghormatan untuk Sang Bruder
Bruder Norbert yang dikenal tangguh menghadapi tantangan alam di pedalaman Papua telah menyelesaikan tugas perutusannya di dunia pada 25 Juni 2024. Kenangan umat Stasi Mugouda akan "154 lembar Daunsen" ini adalah bentuk ucapan syukur yang mendalam atas cinta dan simpatisannya bagi masyarakat Papua Tengah.
Informasi Tambahan
Kisah ini menjadi lebih kuat karena bersumber langsung dari Bapak Rumandus Mote, yang telah setia menjadi pengembala umat selama 49 tahun. Ini adalah estafet iman yang luar biasa antara pelayan tertahbis (Bruder) dan pelayan awam (Pengembala Umat).
Semoga dokumentasi ini tetap terjaga sebagai inspirasi bagi generasi muda di Keuskupan Timika, khususnya di Dekenat Tigi.
Umat Stasi Mugouda mengucapkan Terimakasih banyak kepada Br. Norbert atas simpatisannya, Tuhan Memberkati.
Di Dokumentasikan oleh GKSM (Agus G. Mote).
----
Sumber :
https://jesuits.id/wp-content/uploads/2019/11/Internos-September-2019.pdf
https://jesuits.id/wp-content/uploads/2024/06/2024-Buku-Retret-Provindo.pdf
fotonya sumber dari Jesuits.id :
Posternya :

.png)














0 Komentar