Pastor Theodorus V. E. Makai, Pr., adalah seorang imam
Katolik yang memiliki peran penting, terutama bagi Suku Mee di Papua. Beliau
dikenal sebagai imam pertama dari Suku Mee dan imam kedua dari Orang Asli
Papua.
Kelahiran dan Pendidikan
Beliau lahir di Apogomakida pada 14 Agustus 1949 (meskipun
ada catatan lain yang menyebut 1953). Setelah pendidikan dasar di kampung
halaman, ia melanjutkan studi di seminari menengah, lalu filsafat dan teologi
di seminari tinggi sebelum ditahbiskan menjadi imam.
Tahbisan dan Pelayanan Awal
Pastor Theo ditahbiskan pada 24 April 1980 oleh Uskup
Jayapura Mgr. Herman Ferdinand Maria Münninghoff, O.F.M., di Lapangan Sepak
Bola Moanemani, Dogiyai. Peristiwa ini menjadi tonggak sejarah bagi Gereja
Katolik di wilayah Meeuwodide. Ia memulai pelayanannya di Paroki ST. Yusuf
Enarotali (1980–1982), kemudian membina kaum muda di SGB Kokonau (1982–1985),
dan melayani di Paroki St. Yohanes Pemandi Waghete, Deiyai (1985–1988) di mana
ia memperkenalkan katekismus dalam bahasa Mee.
Misi dan Karya Budaya
Beliau rutin mengunjungi kampung-kampung terpencil di
Dogiyai (1988–1992), mendampingi umat urban di Jayapura (1992–1997), dan
melayani di Timika (1997–2004) menghadapi tantangan sosial dinamika tambang
Freeport. Sejak 2010, Pastor Theo menjadi imam senior dan pengajar budaya Mee.
Ia menulis diktat "Seri Gali Nilai Positif Budaya Papua" pada 2016
yang menegaskan "Meeuwoo" sebagai identitas resmi Suku Mee. Ia
dikenal sebagai guru dan penulis yang mengumpulkan cerita rakyat, pepatah, dan
filosofi hidup Suku Mee. Baginya, iman dan budaya tak terpisahkan.
Pengakuan dan Penghargaan
Ulang tahun ke-76 Pastor Theo pada 14 Agustus dirayakan
meriah di Nabire, dihadiri umat dari berbagai wilayah Papua sebagai bentuk
penghormatan atas dedikasinya yang panjang. Beliau adalah simbol kebanggaan dan
teladan bagi masyarakat Mee.
Semangat pelayanan Pastor Theo tidak pernah padam, bahkan di
usia senja, dan ia menjadi teladan yang patut diwarisi generasi muda.
Di Tulis Oleh Frans Kedeikoto, share untuk mediasikan oleh
Agus G. Mote; PBSM Suku Mee Tribe
KESIMPULAN
Biografi Pastor Theodorus V. E. Makai, Pr.,
berdasarkan teks yang Anda bagikan:
Profil Singkat
Pastor Theodorus V. E. Makai, Pr. adalah sosok legendaris
dalam sejarah Gereja Katolik di Papua. Beliau memegang predikat sebagai imam
pertama dari Suku Mee dan merupakan imam kedua dari kalangan Orang Asli
Papua (OAP).
Informasi Pribadi & Pendidikan
- Kelahiran:
Apogomakida, 14 Agustus 1949 (sumber lain menyebutkan 1953).
- Pendidikan:
Menempuh pendidikan dasar di kampung halaman, dilanjutkan ke Seminari
Menengah, serta studi Filsafat dan Teologi di Seminari Tinggi.
- Tahbisan:
Ditahbiskan pada 24 April 1980 oleh Uskup Jayapura, Mgr. Herman
Ferdinand Maria Münninghoff, O.F.M., di Moanemani, Dogiyai.
Perjalanan Pelayanan
Pastor Theo memiliki rekam jejak pelayanan yang luas di
berbagai wilayah Papua:
- 1980–1982:
Paroki St. Yusuf Enarotali (Awal pelayanan).
- 1982–1985:
Pembinaan kaum muda di SGB Kokonau.
- 1985–1988:
Paroki St. Yohanes Pemandi Waghete (Memperkenalkan katekismus bahasa Mee).
- 1988–1992:
Misi ke kampung-kampung terpencil di Dogiyai.
- 1992–1997:
Pendampingan umat urban di Jayapura.
- 1997–2004:
Pelayanan di Timika (Menghadapi tantangan sosial-ekonomi dampak
pertambangan).
Karya Budaya dan Literasi
Selain sebagai pemimpin spiritual, beliau adalah seorang budayawan
dan intelektual yang gigih melestarikan identitas Suku Mee:
- Penulis:
Menyusun diktat "Seri Gali Nilai Positif Budaya Papua"
(2016).
- Standardisasi
Nama: Menegaskan penggunaan nama "Meeuwoo" sebagai
identitas resmi Suku Mee.
- Pengumpul
Tradisi: Aktif mendokumentasikan cerita rakyat, pepatah, dan filosofi
hidup masyarakat lokal.
- Prinsip:
Beliau percaya bahwa iman dan budaya harus berjalan beriringan dan
tidak dapat dipisahkan.
Warisan dan Penghormatan
Di usia senjanya, Pastor Theo tetap menjadi figur sentral
dan guru bagi generasi muda. Perayaan ulang tahunnya yang ke-76 di Nabire
menjadi bukti nyata betapa besar penghormatan masyarakat Papua terhadap
dedikasi beliau selama lebih dari empat dekade.
"Beliau bukan sekadar imam, melainkan simbol
kebanggaan dan penjaga nyala api budaya Suku Mee."
Ditulis oleh Frans Kedeikoto dan di simpulkan oleh Agus G. Mote
.png)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.png)


0 Komentar